Pohon Tumbang di Ungaran Timur: Listrik Padam, Akses Kalirejo-Kalongan Terputus

    Pohon Tumbang di Ungaran Timur: Listrik Padam, Akses Kalirejo-Kalongan Terputus
    Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy bersama personel siaga Bhayangkara bergerak cepat melakukan evakuasi pembersihan material pohon yang melintang di jalan penghubung Kalirejo–Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (18/2/2026).

    UNGARAN - Langit Ungaran Timur mendung kelabu, tak lama kemudian amukan hujan deras disertai angin kencang menerpa wilayah ini pada Rabu siang, (18/2/2026). Kekuatan alam yang dahsyat ini tak terhindarkan, menyentuh dua pohon kokoh di tepi jalan penghubung Kalirejo–Kalongan, membuat keduanya tak berdaya dan tumbang ke badan jalan.

    Tak hanya memutus akses vital antar-desa, insiden ini juga meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah. Jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian ikut menjadi korban, tiga tiang listrik dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon-pohon raksasa itu, menyebabkan pemadaman listrik yang merugikan warga.

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, beserta jajaran pimpinan tak tinggal diam. Beliau segera turun langsung ke lokasi kejadian yang memilukan itu. Dengan sigap, AKBP Ratna menginstruksikan personel siaga Bhayangkara untuk segera bergerak melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon yang melintang di jalan, demi memulihkan kelancaran transportasi.

    Penanganan situasi darurat ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antar-instansi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang, serta PT PLN (Persero) wilayah Semarang–Salatiga, bersinergi padu untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan, baik akses transportasi maupun jaringan listrik yang terputus.

    “Kami berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, dan pihak PLN untuk membersihkan material yang menutup jalan sekaligus memadamkan arus listrik sementara di sekitar lokasi. Dengan langkah terpadu ini, penanganan dapat berjalan cepat dan maksimal, ” ujar AKBP Ratna Quratul Ainy, menyoroti pentingnya kerjasama di lokasi kejadian.

    Beliau menekankan, sinergi antar-instansi adalah pondasi utama dalam merespons bencana dengan cepat dan efektif, agar jalur vital bagi masyarakat dapat segera difungsikan kembali seperti sedia kala.

    Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Jawa Tengah, kepolisian tak henti-hentinya mengimbau warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan setiap kejadian darurat, gangguan pada permukiman, maupun fasilitas umum melalui layanan Call Center 110. Laporan cepat dari masyarakat akan sangat membantu dalam proses penanganan yang lebih sigap dan terukur. (Aktivis)

    cuacaekstrem ungarantimur kabupatensemarang responscepat polressemarang bpbd pln
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Polres Semarang Antisipasi Arus Mudik Lebaran:...

    Artikel Berikutnya

    Apresiasi Dedikasi, Tiga Pegawai Rutan Semarang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Babinsa  Wonorejo Pantau Pembangunan KDKMP, progres di percepat
    Kodim 0716/Demak Turunkan LCR Bantu Warga   
    Kodim 0716/Demak Gerak cepat Bantu Evakuasi Banjir di Demak   
    Dorong Transisi Energi, Sugeng Suparwoto: Elektrifikasi Kendaraan dan Kompor Jadi Kunci
    Pelaku Penembakan Tito Karnavian Sewaktu Menjadi Kapolda Papua Berhasil Dilumpuhkan Satgas Ops Damai Cartenz

    Ikuti Kami