KAB SEMARANG - Sebanyak 350 siswa sabuk hijau mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) menuju sabuk putih yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Semarang Pusat Madiun. Kegiatan berlangsung di Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (05/04/2026), dengan suasana tertib, aman, dan penuh semangat persaudaraan.
Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati peserta, pelatih, serta warga PSHT yang hadir memberikan dukungan. Upacara pembukaan digelar secara khidmat dengan Ketua Cabang PSHT Kabupaten Semarang, Sulistiono, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur organisasi serta mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari.
“UKT bukan sekadar kenaikan tingkat, tetapi proses pembentukan karakter. Pesilat harus menjunjung tinggi persaudaraan, disiplin, dan berbudi pekerti luhur, ” tegas Sulistiono.
Seluruh peserta menjalani serangkaian ujian yang komprehensif, mulai dari teknik dasar, jurus, hingga penguatan mental dan spiritual. Tahapan ini menjadi standar penting untuk memastikan setiap pesilat tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPR RI Muhammad Hatta serta Danrem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Natanael.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada para peserta, menekankan pentingnya nilai bela negara bagi generasi muda.
“Pesilat harus memiliki keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecintaan terhadap tanah air. Disiplin dan tanggung jawab adalah kunci menjadi generasi yang kuat, ” ujar Kolonel Ezra.
Ketua Panitia, Mbayuk Fauzum Mahmudah, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan berjalan lancar.
“Alhamdulillah, UKT tahun ini berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat persaudaraan. Ini berkat kerja sama panitia, pelatih, serta dukungan seluruh warga PSHT, ” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa UKT menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi.
Setelah melalui berbagai tahapan yang menguras tenaga dan pikiran, kegiatan ditutup pada sore hari dengan prosesi sederhana namun penuh makna. Para peserta tampak lega dan bangga setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian.
Melalui kegiatan ini, PSHT Kabupaten Semarang diharapkan terus melahirkan pesilat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (PERS)

Updates.