KAB SEMARANG - Di tengah semarak Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk hijau ke putih Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Semarang Pusat Madiun, semangat bela negara berkobar di padepokan PSHT Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (05/04/2026). Ratusan peserta mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan langsung dari Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Natanael. Momen ini bukan sekadar ujian fisik, melainkan fondasi krusial dalam menempa karakter generasi muda agar tangguh secara fisik, ideologis, dan nasionalis.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat, tetapi kewajiban seluruh warga negara. Generasi muda harus memiliki semangat cinta tanah air, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan, ” tegas Kolonel Ezra di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Kolonel Ezra menekankan bahwa UKT dalam organisasi pencak silat seperti PSHT memiliki makna lebih dalam dari sekadar menguji kemampuan teknik. Ia melihatnya sebagai sarana vital pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial para anggotanya.
“PSHT memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kuat, baik secara fisik, mental, maupun ideologi. Ini menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan NKRI, ” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergitas antara organisasi kemasyarakatan dengan TNI sebagai garda terdepan menjaga stabilitas wilayah.
“Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif, ” tambahnya.

Menyambut positif kehadiran Danrem, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Semarang, Sulistiono, menyampaikan apresiasinya yang mendalam. Pembekalan ini dinilai sangat berharga dalam memotivasi dan memberikan wawasan baru bagi para siswa.
“Pembekalan ini sangat berarti bagi siswa kami. Kami ingin warga PSHT tidak hanya unggul dalam bela diri, tetapi juga memiliki jiwa patriot dan cinta tanah air, ” ungkapnya.
Sulistiono menegaskan komitmen PSHT untuk terus merajut hubungan harmonis dengan TNI dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang kondusif.
Pelaksanaan UKT pun berjalan tertib dan penuh semangat, para peserta dengan antusias mengikuti setiap tahapan ujian yang mencakup teknik dasar, ketahanan fisik, hingga aspek mental dan spiritual. Diharapkan, kegiatan ini melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga persatuan bangsa. Sinergi antara PSHT dan TNI menjadi kekuatan penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
(PERS)
